Ini Hasil Penelitian LWF Terhadap Pekerja Rentan di Masa Pandemi COVID-19

UHKBPNP|SIANTAR- Komite Nasional Lutheran World Federation (KN-LWF) Indonesia melakukan research (penelitian) terhadap warga gereja yang bekerja di sektor ekonomi informal yang rentan pada masa pandemi COVID-19. Pekerja rentan tersebut di tiga wilayah yakni Pematangsiantar, Simalungun dan Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara.

Penelitian ini fokus melihat perubahan-perubahan pada sisi sosial ekonomi individu dan anggota keluarga selama masa pandemi para pekerja informal. Penelitian dilakukan dengan metode wawancara dan observasi pada bulan April, Mei dan Juni 2020. Jumlah informan atau pekerja dalam penelitian ini sebanyak 20 orang.

Pekerja informal itu sendiri merupakan jenis pekerjaan seperti penarik becak, pedagang kaki lima, pemilik warung kopi, penenun ulos, pemilik salon, petani, pengantar surat, pedagang keliling dan lain sebagainya. Atau dengan kata lain, “pekerja di luar hubungan kerja,”.

Salah satu tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi ekonomi pekerja informal di masa pandemi. Sedangkan kesimpulan penelitian ini, mereka (pekerja informal) rentan kehilangan pendapatan (income loss) di masa pandemi COVID-19. “Data yang kita (peneliti) himpun, semua informan mengalami penurunan pemasukan selama pandemi,” kata Fernando Sihotang yang didampingi Berkatdo Saragih, usai menemui Rektor UHKBPNP, Senin 10 Agustus 2020.

Tujuan kedatangan kedua penulis ini menyerahkan dokumen hasil penelitian mereka ke UHKBPNP, salah satu perguruan tinggi milik gereja HKBP yang juga anggota LWF. Pemerintah Daerah, Gereja, Lembaga Lainnya (Perguruan Tinggi, organisasi masyarakat sipil, komunitas lintas iman, komunitas pemuda,dll). Keduanya datang bersama Tumpak Hutabarat yang akrap disapa Parjalang yang concern dengan kreativitas kaum muda dan telah menjalani 20 negara di Eropa.

Adapun rekomendasi LWF/penulis ke perguruan tinggi yaitu; Membuat Kajian, Memantau program pemerintah, Memperlengkapi warga dengan kapasitas, Membangun kemitraan, Memfasilitasi Masyarakat, Membantu Akses Pendidikan dan Partisipatif

Rektor UHKBPNP Prof.Dr.Sanggam Siahaan M.Hum mengapresiasi hasil penelitian tersebut. Kreasi dan kolaborasi dengan peneliti muda ujar Rektor Sanggam menjadi tuntutan di era 4.0 untuk tetap berkarya walau di masa sulit  seperti pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia khususnya Indonesia. “Rekomendasi ini akan menjadi program kajian keadilan sosial UHKBPNP bersama peneliti KNL LWF Indonesia. Sebuah terobosan memberdayakan UMKM, pekerja informal, menuju kesejahteraan pekerja rentan,” ujarnya.

Rektor Sanggam Siahaan tak seorang diri menyambut kedatangan penulis dari LWF itu. Ia didampingi para wakilnya; WR 1 Prof.Dr. Selviana Napitupulu,M.Hum, WRII Drs.Suprapto Manurung MS, WRIII David Manalu,MPd dan didampingi Humas dan Kerjasama Rindu Marpaung. (*)